Minggu, 18 November 2012

Paradigma Baru Pengobatan Diabetes

Metode pengobatan diabetes mellitus yang selama ini dipakai telah bertahan puluhan tahun. Secara umum melalui tahapan yang diawali dengan diet ketat terutama pengurangan karbohidrat dan makanan berlemak yang akan mengganggu peredaran darah. Bila tahapan ini tidak berhasil atau kurang menunjukkan hasil positif maka dilakukan pengobatan oral penurun gula darah baik tunggal atau kombinasi. Penambahan dosis akan dilakukan sejalan dengan hasil kontrol gula darah yang dilakukan. Semakin tinggi kadar gula dalam darah maka dosis akan terus ditambah sampai dosis maksimal. Langkah terakhir adalah penyuntikan insulin apabila diet makanan dan pengobatan oral tidak berhasil. Biasanya hal ini terjadi karena pankreas telah mengalami kerusakan total sehingga tidak dapat menghasilkan insulin sama sekali.

Suntik Insulin



Diabtes Mellitus (DM) merupakan gangguan hormonal yang berlangsung lama dan berefek pada gangguan organ tubuh lainnya. Semakin terkendali gula dalam darah maka kemungkinan kerusakan organ lainnya dapat diminimalisasi. Dasar pemikiran inilah yang memicu dibutuhkan paradigma baru dalam pengobatan DM dimana pengobatan oral mulai dipertanyakan keefektifannya. Secara umum obat oral diabetes lebih banyak memacu organ pankreas untuk memproduksi insulin tanpa memperbaiki fungsi pankreas itu sendiri. Dalam jangka panjang maka akan berakibat pada kerusakan permanen, dikarenakan pankreas akan kelelahan dipaksa terus-menerus berproduksi diluar kemampuan.

Dalam paradigma baru, pemberian insulin justru diberikan di awal pengobatan agar pankreas dapat beristirahat sehingga diharapkan mampu memproduksi insulin kembali. Dalam masa istirahat pankreas diberi kesempatan memperbaiki sel-sel yang rusak atau paling tidak mengurangi kerusakan agar tidak bertambah parah. Paradigma baru dalam pengobatan ini dikenal dengan Intensive Diabetes Management yaitu dengan pemberian insulin sejak awal sebelum kerusakan berat pada pankreas.  

Pemberian insulin dilakukan secara intensif dengan atau tanpa kombinasi dengan obat-obatan yang dapat memperbaiki fungsi sel beta pankreas. Pengelolaan DM juga tetap mengedepankan perubahan gaya hidup, pengaturan makan dan olahraga. Pengobatan diabetes secara intensif ini bertujuan mencapai kadar gula darah mendekati normal, yakni dengan memperhatikan dasar fisiologis sekresi insulin dan monitoring gula darah yang tepat. Pemberian intensive diabetes management sejak awal diharapkan kondisi pankreas dapat kembali pada keadaan semula yaitu tidak memerlukan pengobatan (remisi) dengan tetap memperhatikan pengaturan makan dan olahraga  Pada diabetisi yang telah lama mengidap DM dengan terkontrol buruk, pengobatan diabetes secara intensif dapat memperbaiki kualitas hidupyang lebih baik.

Pengobatan diabetes sesuai paradigma baru sudah dilakukan di bebeberapa Negara, di Indonesia hal tersebut masih agak sulit dilakukan karena mengalami beberapa kendala dalam pemakaian insulin.
Beberapa anggapan yang masih salah tentang pemakaian insulin antara lain :
Anggapan bahwa insulin hanya digunakan jika obat oral sudah tidak bisa mengontrol gula darah, dengan kata lain insulin digunakan untuk terapi akhir. Sama sekali tidak, makin lambat kita memakai insulin (bila waktunya sudah mengharuskan), kerusakan pankreas semakin parah dan akhirnya kita harus terus menggunakannya dan dosisnya semakin besar. Mitos ini timbul karena dahulu kebanyakan orang sudah terlambat menggunakan insulin, sehingga alternative untuk menghentikannya sudah tidak ada lagi karena pankreas terlanjur mengalami kerusakan.

Takut ketergantungan dan pemakaian insulin seumur hidup. Pada diabetes mellitus tipe 1 , penggunaan insulin tidak dapat dihentikan. Sedangkan pada diabetes mellitus tipe 2 tergantung kondisi masing-masing pasien. Suntikan insulin akan membantu pankreas yang selama ini kurang optimal menghasilkan insulin untuk beristirahat. Dengan beristirahat, pankreas diharapkan akan dapat membuat insulin seperti sebelumnya. Bila fungsi pankreas sudah dinilai mampu memproduksi insulin dengan baik , injeksi insulin dari luar dapat dihentikan. Dengan kata lain, pemberian injeksi insulin dapat diberikan sejak awal, sebelum kerusakan berat pada pankreas sudah terlanjur terjadi.

Takut disuntik karena sakit dan sulit pemakaiannya. Pada kenyataannya rasa sakit tidak ada bila disuntik dengan alat suntik modern ( seperti pen insulin). Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang dapat menyembuhkan Diabetes. Yang bisa diupayakan adalah mengendalikan atau mengontrol kadar gula darah mendekati normal, sehingga komplikasi kronik diabetes melitus ini dapat ditunda atau bahkan dicegah.