Kamis, 16 Agustus 2012

Diabetes Semasa Hamil dapat Menghambat Daya Ingat Anak


Ibu hamil yang menderita diabetes mungkin akan memiliki bayi yang mengalami kendala dalam membentuk memori dini. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa bayi yang mengalami kekurangan oksigen dan zat besi selama dalam kandungan akan mengalami kesulitan dalam membentuk memori dini.

Otak

Kebutuhan akan zat besi meningkat selama masa hamil karena zat tersebut digunakan untuk membentuk sel-sel darah janin. Pada wanita hamil yang menderita diabetes, kadar glukosa yang naik-turun dapat mengakibatkan defisiensi zat besi sehingga dapat menyebabkan penurunan kapasitas darah untuk mengangkut oksigen.

Penelitian dilakukan terhadap bayi berusia 12 bulan dari ibu yang menderita diabetes, kemudian melakukan pemantauan ulang ketika bayi-bayi tersebut berusia 42 bulan. Penelitiannya menunjukkan bahwa defisit memori yang tampak pada usia 1 tahun menetap sampai masa kanak-kanak awal.

Dalam kelompok anak yang lebih besar, ditunjukkan 9 objek dalam 3 tingkat kesulitan. Pada tingkat kesulitan tertinggi, bayi dari ibu yang menderita diabetes selama hamil mengalami kesulitan dalam menyebutkan nama objek, mereka tidak dapat menyebutkan nama objek yang ditunjukkan sebanyak yang dapat disebutkan oleh anak dari ibu yang normal.

Hasil tersebut konsisten dengan defisit yang diukur dengan pengujian sederhana di masa bayi berusia 12 bulan. Konsep bahwa bayi dapat mengingat sesuatu dalam 2 tahun pertama kehidupannya merupakan pendapat yang relatif baru.

Selama ini para ilmuan berpendapat bahwa amnesia kanak-kanak (ketidakmampuan dalam mengingat masa kehidupan awal) adalah karena bayi tidak dapat membentuk memori. Namun, ilmuan dalam pertemuan tahunan tersebut menyatakan bahwa bayi dapat mulai mengingat sejak usia 4 bulan.